Latest Post


4 Teknologi Web Hosting yang Digunakan Hingga Sekarang
Perkembangan dunia blog yang semakin pesat rupanya melatarbelakangi tumbuhnya berbagai layanan jasa web hosting yang menyediakan kebutuhan dan keperluan bagi para blogger. Adapun setiap layanan web hosting sudah pasti menawarkan berbagai fitur unggulan kepada para kliennya dan menunjukkan kelebihan layanan masing-masing.
Setiap layanan hosting juga menawarkan pelayanan terbaik agar klien dapat lebih nyaman dalam menggunakan fasilitas yang disediakan. Bahkan untuk menunjukan kualitas kepada klien, setiap layanan penyedia web hosting pun turut menggunakan teknologi modern yang berbeda-beda. Setidaknya kini ada 4 teknologi web hosting yang digunakan hingga sekarang. Dan berikut adalah teknologi tersebut.


1. SSD Storage

Image: flickr.com
SSD storage adalah singkatan dari Solid State Disc, merupakan perkembangan media penyimpanan fisik yang tidak lagi menggunakan disk berputar sebagai media simpan datanya. Namun menggunakan sekumpulan chip memori berkapasitas tinggi dan tentu dijamin lebih tahan terhadap redundansi, mengingat pada SSD tidak ada lagi namanya elemen bergerak seperti disk yang digunakan di HDD.
Teknologi ini akhirnya diterapkan pada penyimpanan hosting modern. Dengan teknologi tersebut, hosting yang menggunakannya pasti akan mendapatkan kecepatan akses data yang sangat tinggi, otomatis akan berdampak positif kepada kecepatan loading website yang menggunakan penyimpanan SSD.
Perlu diketahui bahwa Indoworx merupakan salah satu layanan penyedia hosting menggunakan penyimpanan SSD yang mungkin menjadi pertama kalinya di tanah air. Sehingga tidak perlu lagi diragukan perkara kecepatan jika menggunakan hosting dari kami. Sebab kami akan memberikan jaminan tersebut kepada anda dengan pelayanan terbaik.

2. Cloud Hosting Server


Image: aldened.com
Cloud Hosting Server merupakan layanan yang terkoneksi dengan banyak server, yang tujuannya untuk meningkatkan sekuritas terhadap akses website pada tiap-tiap server bersangkutan. Dan cara kerjanya adalah melakukan permintaan HTTP ke web browser, maka permintaaan akan dialihkan ke server terdekat melalui mekanisme request routing yang ada. Sehingga dengan itu Cloud Hosting Server dipercayai memiliki kecepatan akses yang tinggi dibandingkan non cloud hosting.
Beberapa kelebihan yang biasanya disediakan oleh Cloud Hosting Server meliputi full customizable hardware parameter sesuai kebutuhan, kinerja dan kecepatan akses stabil, dan masih banyak lainnya.
Kabar baiknya lagi, Indoworx juga menyediakan hosting berjenis Cloud Hosting Server berkualitas yang tentu akan memudahkan anda dalam mengembangkan website.

3. Database Server with REDIS Cache


Image: ps.w.org
Meskipun masih terdengar asing, rupanya tidak sedikit penyedia layanan hosting bertaraf international yang menyediakan fitur database server with REDIS Cache. Cache atau caching sendiri adalah konsep penyimpanan data sementara yang kemudian akan diproses kembali. Adapun hosting yang sudah menggunakan teknologi REDIS Cache pada server database-nya, maka proses read-and-write-statement SQL akan dilakukan pada database dengan mekanisme cache.
Sederhananya, REDIS Cache akan menyimpan data ke disk hanya jika pada halaman cache kosong, dan membaca disk jika pada cache tidak ada yang dikerjakan. Dengan demikian kebutuhan akses ke disk database pada hosting bisa dikurangi secara signifikan karena sudah dipenuhi oleh teknologi REDIS Cache.
Bahkan beberapa perusahaan terkenal sudah menerapkan teknologi ini pada servernya, salah satunya adalah Twitter menggunakan REDIS Cache untuk menangani permintaan akses tweet per detik yang jumlanya terlampau sangat banyak.

4. Content-Delivery Network Technologies (CDN)

Image: seoclerk.com
CDN merupakan teknologi hosting yang menyediakan akses terhadap file statis dari public network. File statis tersebut bisa berupa media CSS, Javascript, video, dan konten lainnya. Cara kerjanya adalah file statis disimpan sebagai unit CDN lalu kemudian akan diproses agar memberikan loading akses hosting dan website yang lebih cepat.
Tujuan CDN sendiri tidak lain yakni untuk memberikan kecepatan akses ke file statis website, dan pula memberikan kecepatan proses caching dengan cara mengakses konten melalui server yang memliki waktu respons paling sedikit.
Teknologi CDN biasanya tersedia dalam dua versi, yaitu gratis dan berbayar. Seperti CloudFlare merupakan layanan CDN populer yang memungkinkan setiap orang menggunakannya secara gratis.
Adapun sebagai salah satu layanan penyedia hosting berkualitas di tanah air, Indoworx tidak ketinggalan menyediakan fitur intergrasi CDN ke hosting dan website secara mudah. Kami juga sudah didukung oleh Cloudflare sehingga anda dapat segera menggunakannya.
(RTP) 


Beberapa Teknik SEO Keliru yang Sering Dianggap Benar 
Optimasi mesin pencari atau istilahnya SEO memang sudah bukan perihal asing lagi bagi kalangan para blogger. Bahkan bisa dikatakan semua blogger telah melakukan cara ini guna mengembangkan web atau blog mereka.
Adapun kriteria optimasi SEO blog yang berhasil biasanya ditandai dengan munculnya konten kita pada laman pertama mesin pencari, lebih-lebih sampai peringkat pertama di laman tersebut dengan waktu yang relatif singkat. Hal itu mengartikan bahwa optimasi SEO yang kita lakukan tergolong sukses.
Setiap blogger tentu memiliki formula dan cara masing-masing untuk mengoptimalkan SEO blog mereka, banyak solusi yang diberikan oleh berbagai blogger, baik itu yang sudah profesional maupun yang masih pemula. Namun faktanya, tidak semua cara optimasi SEO yang dibagikan para blogger itu benar adanya. Bahkan digadang-gadang juga banyak cara optimasi yang keliru, sehingga cara-cara tersebut cukup merugikan sebagian blogger karena telah menggunakan teknik SEO yang salah. Oleh sebab itu, dari banyaknya kekeliruan teknik SEO setidaknya ada beberapa cara salah yang paling sering dianggap benar, antara lain:
  • Teknik SEO Keliru

1. SEO Cukup Dioptimasi Sekali Saja


Tidak sedikit blogger yang berpendapat bahwa optimasi SEO sebaiknya dilakukan cuma sekali saja agar tidak menimbulkan indikasi kecurangan di mata mesin pencari. Ketika blog kita sudah nangkring di halaman dan peringkat pertama Google, maka optimasi SEO baiknya dihentikan saja. Begitulah anggapan sebagian kalangan blogger, padahal cara tesebut bisa dikatakan keliru atau salah besar.
SEO dipercayai adalah projek jangka panjang, dan blog siapa saja yang melakukan optimasi SEO lebih baik maka dialah pemenangnya. Artinya jika blog anda hari ini nangkring di halaman dan peringkat pertama Google, maka bisa saja besok atau lusa blog anda sudah tidak lagi di posisi tersebut karena kalah bersaing perkara SEO dengan blog orang lain.
Oleh sebab itu, menghentikan optimasi SEO saat blog sedang berada di halaman dan peringkat pertama mesin pencari adalah tindakan yang salah. Karena dengan demikian blog anda cepat atau lambat dikalahkan oleh blog orang lain secara mudah.

2. Banyaknya Backlink maka Semakin Baik

Rupanya tidak semua backlink dapat mempengaruhi peringkat website di mesin pencari. Itu mengartikan bahwa tidak selamanya blog yang mempunyai banyak backlink mendapat jaminan unggul dalam urusan SEO. Dikarenakan tidak semua backlink yang didapat itu berkualitas, adapun kriteria backlink berkualitas adalah backlink yang relevan dengan blog kita dan bersumber dari blog yang berkualitas, sehingga kemudian ini dinamakan dengan backlink relevan dan berkualitas.
Oleh sebab itu, daripada mencari dan membuat backlink dari berbagai blog yang tidak jelas, misalnya blog dummy, sosial bookmark, dan lain sebagainya. Ketimbang melakukan hal itu, lebih baik anda berfokus pada pembuatan konten yang berkualitas. Dan mencari sedikit backlink namun dinilai relevan.

3. Media Sosial Tidak Mempengaruhi Kualitas SEO


Media sosial tidak mempengaruhi kualitas SEO merupakan ungkapan yang kurang benar. Pasalnya konten yang lebih banyak dibagikan ke sosial media dianggap memberikan nilai tersendiri bagi mesin pencari. Konten yang kerap dibagikan ke kanal sosial media juga menjadikannya lebih relevan. Tentu hal itu berpotensi besar akan mempengaruhi hasil pencarian mesin pencari Google.

4. Tag H1 Penting untuk SEO

Ada sebagian blogger yang mengatakan jika struktur tag H1 tidak boleh dilupakan saat sedang membuat artikel, karena tag H1 ini digadang-gadang bisa membuat konten kita mudah ditemukan dan ramah mesin pencari. Dan sebenarnya tag H1 memang baik digunakan pada judul website yang dipercayai memiliki peranan penting dalam SEO.
Namun apabila kita memaksakan harus ada kata kunci H1 pada konten yang dibuat tentu bisa saja nantinya digolongkan pada perilaku spam oleh mesin pencari. Belum lagi ini juga bisa membuat pengunjung susah memahami konten yang anda buat.
Sebenarnya tag H1 tidak harus ada dalam setiap konten karena SEO tidak dipengaruhi pada hal itu, tapi justru lebih kepada mudahnya pengunjung memahami konten dan kualitas dari konten itu sendiri.

5. Semakin Banyak Konten Terindeks Otomatis Baik untuk SEO


Tidak heran banyak sekali blogger yang beranggapan bahwa semakin banyak konten diindeks oleh Google mengartikan website bersangkutan berkualitas di mata mesin pencari. Sehingga banyak blogger mengupayakan bagaimana agar lebih banyak lagi konten mereka yang diindeks oleh Google. Akhirnya mereka menemukan cara yakni dengan membuat tag sebanyak-banyaknya pada artikel. Harapan tentu agar semua tag tersebut terindeks dan mendatangkan banyak pengunjung organik dari mesin pencari.
Namun sayangnya, kata kunci yang disematkan pada tag kebanyakan tidak relevan dengan konten tersebut. Sehingga bukannya mendapatkan lebih banyak pengunjung tapi justru bisa menimbulkan masalah di laman mesin pencari.
Semoga bermanfaat .
(Rtp)

Inilah Beberapa Penyebab Blog Tidak Diindeks Google Satu hal yang paling utama diperhatikan saat membuat website baru yakni memastikan bahwa website tersebut sudah diindeks oleh mesin pencari, agar kemudian bisa mendapatkan lalu lintas organik dari mesin pencari; Google khususnya.
Adapun indeks atau pengindeksan adalah proses pengumpulan dan menganalisa informasi-informasi yang diperoleh melalui robot mesin pencari. Proses ini akan turut merekam segala hal yang berkaitan dengan konten blog. Sedangkan blog atau website yang berhasil diindeks akan tampil di laman mesin pencari Google.

Namun beberapa blogger pemula biasanya cenderung kesulitan melakukan proses pengindeksan, bahkan website mereka justru tidak terindeks, dan ini pastinya buruk apabila dibiarkan begitu saja karena website tidak akan mendapatkan pengunjung dari mesin pencari.
Melakukan proses pengindeksan sebenarnya tergolong mudah, anda hanya cukup mendaftarkan website di Google Webmaster Tool (GWT). Tapi masalahnya tidak selesai sampai disana karena meskipun kita sudah mendaftarkan website di GWT, ada beberapa kasus yang kerap dijumpai bahwa ternyata website kita tetap belum terindeks. Hal itu mengartikan website tersebut tetap tidak akan ditemukan pada mesin pencari Google.
Oleh sebab itu, jika anda mengalami hal tersebut maka kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya proses pengindeksan Google. Dan yang harus anda lakukan adalah memperbaiki proses pengindeksan dengan mendiagnosis masalahnya. Adapun berikut ini diulas beberapa daftar masalah beserta cara memperbaiki gagalnya proses pengindeksan website anda.
  • Penyebab Blog Tidak Diindeks Google

1. Website Terindex di Bawah Domain www atau non-www

Jika dilihat secara teknis, dalam dunia hosting dan domain sebenarnya www dan non-www merupakan dua unsur yang berbeda. www adalah jenis subdomain, sedangkan non-www merupakan domain asli, jadi http://domainanda.com sebenarnya tidak sama dengan http://www.domainanda.com.
Oleh sebab itu, pastikan saat melakukan proses pengindeksan anda menambahkan kedua URL, baik itu dengan www maupun non-www ke Google Webmaster Tool (GWT). Kemudian pastikan keduanya sudah terindeks oleh Google. Setelah itu, anda bisa memilih apakah website anda akan muncul di mesin pencari dengan www atau non-www, anda dapat dengan bebas menentukan salah satu.

2. Mesin Pencari Belum Menemukan Website Anda

Jika anda telah melakukan proses pengindeksan dengan menggunakan Google Webmaster Tool, namun website belum juga ditemukan di laman mesin pencari. Maka artinya website tersebut masih belum terindeks dengan benar.
Masalah seperti ini biasanya kerap terjadi pada website baru, dan untuk mengatasinya biarkan beberapa hari sampai Google mengindeks website anda sepenuhnya. Tapi apabila seandainya beberapa hari Google belum juga mengindeks website anda, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah memperhatikan peta situs atau sitemap pada website, apakah sitemap sudah befungsi dengan baik atau tidak.
Jika anda telah mendaftarkan sitemap ke GWT tapi website belum juga terindeks, maka anda bisa mengulang proses pengunggahan sitemap. Sedangkan apabila ternyata anda belum membuat atau mendaftarkan sitemap, tidak heran hal ini bisa menjadi alasan mengapa Google belum juga mengindeks website anda. Maka dari itu, anda bisa meminta Google untuk mengindeks website anda dengan mengikuti petunjuk berikut tentang cara mengunggah atau men-submit sitemap ke GWT:

  • Pertama anda bisa masuk ke beranda Google Webmaster Tools, kemudian pilih website yang ingin di-submit sitemap-nya.
  • Kemudian pada dashboard, pengguna bisa memilih menu Crawl lalu pilih Fetch as Google.
  • Di kolom teks, anda bisa memasukan URL halaman yang ingin anda periksa, namun biarkan kosong jika anda ingin men-submit laman beranda dari website anda.
  • Setelah itu, dalam kolom drop-down, anda bisa memilih Desktop atau Mobile, atau kedua-duanya.
  • Kemudian klik tombol FETCH, maka Google akan mengambil URL yang anda minta. Mungkin butuh waktu hingga 10 atau 15 menit agar status fetch tersebut diperbaharui.
  • Setelah Berhasil, klik Kirim ke Indeks, kemudian klik salah satu perintah dari berikut ini:
  1. Untuk mengirimkan URL individual ke Indeks Google, pilih URL dan klik Fetch. Anda dapat mengirimkan hingga 500 URL dalam seminggu dengan cara ini.
  2. Untuk mengirimkan URL dan semua halaman yang ditautkan, klik URL dan pilih Fetch and Render. Anda hanya dapat mengirimkan hingga 10 permintaan ini dalam sebulan.
Untuk mempercepat proses indeks yang dilakukan Google, ada baiknya anda men-sumbit setiap URL setelah membuat postingan baru.

3. Website Anda Tidak Memiliki Sitemap.xml

Setiap website memang harus memiliki sitemap.xml yang merupakan daftar petunjuk sederhana untuk memudahkan Google mengindeks website anda. Adapun jika sebuah website tidak memiliki sitemap, maka dapat dipastikan website tersebut tidak akan dapat ditemukan pada laman mesin pencari.
Tentu saja yang harus anda lakukan adalah membaca tentang kebijakan membuat Peta Situs Google, kemudian membuat dan mendaftarkannya agar Google dapat merayapi website anda. Dan salah satu plugin WordPress yang bisa digunakan untuk membuat sitemap adalah SEO by Yoast.

4. Website atau Halaman Terblokir oleh Robots.txt

Masalah lain yang menyebabkan halaman atau website anda tidak terindeks adalah karena editor secara tidak sengaja memblokir URL website menggunakan robots.txt, dan kemudian robots.txt melarang perayapan yang dilakukan oleh mesin perayapan Google, sehingga akhirnya membuat website tidak terindeks pada laman mesin pencari.
Adapun masalah ini bisa diperbaiki dengan mudah, karena anda hanya perlu menghapus entri blokir dari robots.txt, dan website anda cepat atau lambat akan muncul kembali di laman mesin pencari. Anda bisa menemukan tutorial menghapus entri dari robots.txt di berbagai sumber terpercaya yang ada di internet.

5. Ada Perayapan Halaman yang Error


Google tidak akan mengindeks beberapa halaman yang ada pada website anda karena mengalami kesalahan saat melakukan perayapan. Kesalahan perayapan tersebut bisa dikarenakan beberapa faktor misalkan sintaks website tidak sesuai, kesalahan server, halaman mengalami gangguan saat proses perayapan berlangsung, dan berbagai kemungkinan lainnya .
Meskipun tidak dapat dirayapi, namun Google masih bisa mengidentifikasi halaman-halaman mana saja dari website anda yang mengalami masalah error saat dirayapi. Adapun untuk melihat kesalahan perayapan, anda bisa melihatnya pada laman Google Webmaster Tools dengan mengikuti langkah di bawah ini:
  • Masuk ke Google Webmaster Tools
  • Kemudian pilih website yang ingin diidentifikasi kesalahan perayapannya
  • Setelah itu, klik Crawl
  • pilih Crawl Errors
Jika tersedia, anda bisa melihat daftar halaman yang tidak terindeks, yaitu halaman-halaman yang memiliki kesalahan. Namun apabila menu Crawl Errors kosong, maka artinya tidak ada halaman yang memiliki kesalahan.

6. Website Diblokir Oleh .htaccess

Biasanya sebuah website secara default memang telah memiliki file .htaccess untuk menandakan keberadaannya pada server dan memungkinkan ketersediaan akses di World Wide Web. Sehingga setelah proses tersebut website bisa diakses melalui internet. Adapun file .htaccess ditulis di Apache, dan file ini menjadi bagian yang cukup penting bagi keberadaan blog anda. Meskipun kenyataannya demikian, ada baiknya selalu periksa file ini karena .htaccess ternyata juga dapat digunakan untuk memblokir perayapan dan mencegah pengindeksan.

7. Website Terindikasi Banyak Duplikat Konten

Duplikat konten mengartikan bahwa sebuah website memiliki banyak konten yang sama. Sebagai contoh, sebuah website memiliki 1-3 artikel yang sama, sehingga robot mesin pencari Google mengindikasi ini sebagai salah satu tindakan spam. Oleh karenanya tidak mengherankan jika kemudian mesin pencari tidak mengindeks website anda.
Dan satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan indikasi duplikat konten, yakni dengan menghapus secara manual satu per satu konten yang sama. Hal ini memang terlihat sulit dan memakan waktu apabila konten duplikat yang ada di website anda banyak sekali.

8. Website Memiliki Perintah Pelarangan Indeks Dalam Meta Tag

Walaupun terlihat sederhana tapi rupanya perintah pada meta tag pun dapat membuat website tidak terindeks. Misalkan saja perintah Noindex adalah perintah yang dapat digunakan untuk melarang robot perayapan mesin pencari melakukan pengindeksan. Perintah Noindex ini biasanya terselip di dalam meta tag. Jadi apabila website anda tidak diindex oleh Google, namun tidak ada masalah dengan GWT, duplikat konten, dan lain sebagainya. Maka besar kemungkinan website anda tidak terindeks karena masalah meta tag. Oleh karena itu, anda bisa memeriksa apakah meta tag website anda terselip tag “noindex” atau tidak. Biasanya perintah noindex akan terlihat seperti itu:
<META NAME=”ROBOTS” CONTENT=”NOINDEX, NOFOLLOW”>
Untuk mengatasi masalah ini, yang perlu anda lakukan hanyalah menghapus baris kode tersebut. Dengan begitu, cepat atau lambat website anda akan kembali diindeks oleh mesin pencari dalam waktu singkat.

9. Website Lambat

Website yang memiliki kecepatan tergolong lambat rupanya digadang-gadang dapat membuat website tidak diindeks oleh mesin pencari. Hal ini dikarenakan robot perayapan mesin pencari menemukan blog dengan loading lambat, maka dinilai web tersebut tidak dikelola secara profesional. Sehingga besar kemungkinan Google tidak akan mengindeks website tersebut sama sekali. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan yakni mengoptimalkan kecepatan website agar bisa diakses lebih cepat.

10. Website Sering Mengalami Down



Salah satu cara kerja robot perayap mesin pencari yaitu dengan mengakses website pengguna, kemudian mengumpulkan informasi akhirnya bisa ditampilkan di mesin pencari. Adapun jika robot mesin pencari seandainya tidak bisa mengakses website anda, sudah tentu mesin pencari tidak bisa mengumpulkan infomasi untuk dianalisa. Sehingga tidak ada data yang akan ditampilkan pada laman mesin pencari. Maka dari itu website yang kerap terjadinya gangguan besar kemungkinan sering mengalami masalah pengindeksan.
Biasanya ada berbagai faktor yang menyebabkan website sering mengalami gangguan, salah satunya adalah karena pemilihan hosting yang tidak tepat. Oleh sebab itu, masalah server ataupun hosting anda bisa mempercayakannya kepada kami, Indoworx, karena kami telah menggunakan SSD storage, teknologi modern, dan lain sebagainya yang dapat membantu mengoptimalkan website anda dengan sangat baik.

11. Website Mengalami Deindex

Jika semua masalah di atas dirasa baik-baik saja, dan website anda masih belum diindeks Google. Otomatis kemungkinan besar website anda mengalami masalah deindex. Masalah ini sendiri bisa digolongkan sebagai hukuman dari Google yang biasanya dikarenakan sebuah website melakukan kecurangan dengan optimasi SEO, sehingga sanksinya dikeluarkan dari indeks. Alhasil blog yang kena masalah deindex tidak akan dapat dicari pada laman mesin pencari.
Mengatasi masalah deindex memang cukup sulit, karena tidak ada cara pasti yang bisa dilakukan untuk mengembalikan indeks website. Kecuali anda memang benar-benar memperbaiki website anda secara total dari kecurangan-kecurangan lalu kembali mengajukan kepada Google agar website bisa diindeks dan mendapat ampunan. Jika cara tersebut tidak berhasil, ada cara alternatif yang cukup ampuh yaitu anda mau tidak mau harus kembali membuat blog baru yang dikelola dengan baik dan organik.
(rtp)

    Pengertian DNS Cache

    DNS Cache atau kadang bisa juga disebut DNS Resolver Cache merupakan database sementara pada sistem operasi komputer yang menyimpan rekaman data IP dari nama domain yang sebelumnya telah dikunjungi oleh pengguna komputer.

    Tujuan DNS Cache

    Internet bergantung pada DNS (Domain Name System) untuk mengindeks semua situs web yang ada di publik dan alamat IP dari situs web. Setiap kali pengguna mengunjungi sebuah situs web menggunakan nama domain (contohnya “www.indoworx.com“), web browser pengguna akan melakukan permintaan ke Internet, tapi permintaan ini tidak dapat diselesaikan sebelum nama domain dari situs web tersebut diubah menjadi alamat IP. Proses perubahaan tersebut bisa disebut dengan Name Resolution, nah dalam hal ini DNS lah yang akan bekerja dan ini akan memakan waktu tentunya. DNS Cache mencoba untuk meningkatkan kecepatan proses diatas dengan cara menangani proses Name Resolution sebelum permintaan dikirim ke Internet.

    Cara Kerja DNS Cache

    Sebelum web browser melakukan permintaan ke Internet atau ke DNS Server dari nama domain, sistem operasi komputer akan mengecek terlebih dahulu apakah nama domain tersebut sudah pernah dikunjungi atau tidak dan jika pernah dikunjungi sebelumnya, sistem operasi komputer akan melakukan pencarian data di database DNS Cache.
    Contohnya seperti kasus dibawah ini:
    Misal seseorang ingin mengunjungi situs web RTPDigital dengan nama domain www.rtp.digital, pada kunjungan pertama web browser pengguna akan meminta atau menanyakan alamat IP dari nama domain tersebut ke DNS Server, ternyata nama domain tersebut terarah ke alamat IP 104.28.30.98. Nah pada saat itu sistem operasi komputer akan menyimpan data tersebut bahwa nama domain www.rtp.digital = 104.28.30.98 ke database DNS Cache.
    Lalu pengguna ingin mengunjungi situs web Indoworx kembali untuk kedua kalinya, pada kunjungan kedua pada saat web browser meminta alamat IP dari nama domain www.rtp.digital secara otomatis akan dijawab dan ditangani oleh sistem operasi menggunakan data dari database DNS Cache yaitu nama domain tersebut terarah ke alamat IP 104.28.30.98 dan web browser tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan balasan dari DNS Server karena sudah ditangani oleh sistem operasi menggunakan data dari database DNS Cache.
    Database disimpan pada penyimpanan sementara komputer, berisi daftar DNS dari semua nama domain yang sebelumnya telah kita akses di Internet.
    Untuk melihat daftar data DNS Cache tersebut, pada sistem operasi Windows kamu dapat menggunakan perintah dibawah ini pada CMD:
    ipconfig /displaydns
    Contoh daftar DNS Cache yang dihasilkan dari perintah diatas, seperti ini:
    www.rtp.digital ---------------------------------------- Record Name . . . . . : www.rtp.digital Record Type . . . . . : 5 Time To Live . . . . : 292 Data Length . . . . . : 8 Section . . . . . . . : Answer CNAME Record . . . . : rtp.digital Record Name . . . . . : rtp.digial Record Type . . . . . : 1 Time To Live . . . . : 292 Data Length . . . . . : 4 Section . . . . . . . : Answer A (Host) Record . . . : 104.28.30.98 Record Name . . . . . : rtp.digital Record Type . . . . . : 1 Time To Live . . . . : 292 Data Length . . . . . : 4 Section . . . . . . . : Answer A (Host) Record . . . : 104.28.31.98
    Pada data diatas, “A” record adalah bagian dari entri DNS yang berisi alamat IP untuk nama domain. Sedangan “CNAME” record merupakan nama alias dari domain yang dituju. Time To Live atau “TTL” merupakan lamanya data DNS yang disimpan pada DNS Cache biasanya menggunakan satuan detik.

    Menghapus atau Membersihkan DNS Cache

    Ketika ingin melakukan troubleshooting terhadap konektivitas Internet dan Cache, seorang Administrator komputer dapat melakukan flush (maksudnya membersihkan atau menghapus) data dari DNS Cache. Pada sistem operasi Microsoft Windows, untuk melakukan flush DNS Cache dapat dilakukan dengan menggunakan tool bernama ipconfig, dengan menggunakan perintah berikut pada CMD:
    ipconfig /flushdns
    Pada sistem operasi lain dapat menggunakan perintah dibawah ini untuk melakukan flush DNS Cache.
    Pada Mac OS X 10.5 dan yang terbaru:
    dscacheutil -flushcache
    Pada Linux:
    /etc/rc.d/init.d/nscd restart
    Terakhir
    Sekian artikel tentang Apa itu DNS Cache dan Bagaimana Cara Kerjanya? Semoga artikel ini dapat bermanfaat .

    (rtp)



    Bahaya Menggunakan Script Plugin maupun Theme Nulled alias Bajakan sampai saat ini masih belum juga diketahui oleh sebagian besar pemilik website, khususnya mereka pengguna platform WordPress. Di luar sana masih banyak pemilik web yang menggunakan plugin dan theme nulled alias ilegal sebagai pelengkap website mereka.








    Sebelum kita membahas apa saja bahaya penggunaan script plugin dan theme ilegal alias bajakan, mari kita pelajari dahulu pengertiannya. Script Nulled adalah script berbayar yang dapat digunakan secara gratis, karena sudah di crack atau di hack atau diubah kode maupun penambahan kode oleh seseorang. Banyak pemilik web pemula yang memilih menggunakan script, plugin maupun theme nulled dengan alasan menghemat pengeluaran biaya.


    Nah, untuk anda yang saat ini adalah salah satu pengguna script, plugin maupun theme ilegal atau nulled, ketahuilah ada beberapa resiko dan bahaya besar yang sedang mengincar anda. Berikut adalah penjelasannya.


    1.Berpotensi Menghancurkan Blog


    Bahaya menggunakan plugin atau theme nulled yang pertama adalah potensi besar menghancurkan blog. Lho kok bisa?, darimana hal ini bisa terjadi?, tenang dulu kami akan menjawabnya. Seperti yang sudah kami jelaskan di atas apabila script, plugin atau theme nulled adalah versi gratis yang sebelumnya sudah di crack atau di hack oleh orang-orang tertentu.


    Dengan demikian, bukan tidak mungkin mereka ( para pembajak script ) memasukkan kode-kode tertentu di dalam script tersebut yang berfungsi untuk mengirimkan user dan password website anda ke email pelaku.


    Jika website anda masih baru dan belum begitu besar, mungkin mereka tidak mau mengambil data-data anda. Namun bayangkan jika website anda sudah populer dan berkembang pesat, mereka pasti dengan mudah mengambil alih website anda karena sudah mengetahui user dan password.


    Mengerikannya lagi, apabila user dan password website anda sama dengan akun penting lainnya misalnya Paypal dan email. Bisa-bisa semua saldo anda yang berisi ribuan dollar bisa diambil semua oleh pembajak script tadi.


    Dengan resiko semacam ini, apakah anda masih ingin menggunakan script, plugin ataupun theme nulled?. Ini hanyalah salah satu, masih ada beberapa bahaya lain yang tidak kalah merugikannya.


    2.Backlink dan Iklan Tidak Berkualitas Tiba – Tiba Muncul


    Bahaya menggunakan script, plugin maupun theme ilegal selanjutnya adalah potensi blog anda mengirimkan backlink dan Iklan berupa popup yang tidak berkualitas tiba – tiba muncul tanpa kita ketahui. Namanya juga barang hasil rombakan orang lain, tentunya ada kode-kode jahat tertentu yang tidak kita ketahui.


    Biasanya pembajak script tersebut juga memasukkan kode yang berfungsi untuk mengirimkan backlink ke blog mereka dan bahkan ada yang memasukkan kode iklan untuk menggaet untung dari website si korban. Singkatnya, mereka akan mendapatkan backlink gratis dari blog kita tanpa kita sadari dan juga mereka bisa meraup untung dari iklan yang bukan kita pasang yaitu iklan si pembajak script tersebut. Backlink dan iklan jenis ini tentunya tidak disukai oleh Google. Jika Google sudah tidak suka, maka resiko terkena deindex atau penalti Google semakin besar.


    Jika sudah demikian, blog anda akan hilang dari search engine Google. Apakah anda mau, blog yang sudah anda besarkan dengan susah payah dan usaha keras di tendang begitu saja oleh Google hanya gara-gara script plugin atau theme bajakan?.


    Mungkin hal ini menjadi faktor utama mengapa banyak blog dan web lainnya yang di tendang begitu saja oleh Google padahal mereka tidak melakukan hal apapun. Namun ada yang mereka tidak sadari yaitu penggunaan script plugin atau theme ilegal adalah kesalahan besar.


    3.Dilaporkan Oleh Pembuat Script, Plugin atau Theme


    Nah, ini dia yang sering terjadi di dunia pembajakan. Banyak pembuat script, plugin atau theme yang tentunya berang dan mempermasalahkan soal pelanggaran karya mereka. Banyak pengaduan kepada pihak hosting terkait blog-blog yang menggunakan script ilegal yang tentunya melanggar hak cipta milik sesorang.


    Jika sudah demikian, maka pihak hosting akan langsung melakukan suspend dan bahkan menghapus web tersebut tanpa ampun. Mungkin dilaporkan kepada pihak hosting akan berakibat penutupan web saja, namun bagaimana jadinya apabila anda dilaporkan ke pihak berwajib. Anda akan susah sendiri bukan?.


    4.Tidak Mendapatkan Bantuan atau Dukungan Penuh dari Pembuat


    Di dalam sebuah script tentunya masih ada beberapa bugs yang harus diperbaharui secara berkala agar tetap berjalan degan baik. Secanggih-canggihnya script, keberadaan bugs tentu tidak bisa terlewatkan.


    Nah, jika sewaktu-waktu script plugin atau theme yang anda gunakan terjadi error atau anda kebingungan bagaimana cara untuk mengatur fungsi maka tidak ada bantuan yang akan memperbaikinya. Namanya saja barang bajakan, siapa yang akan bertanggung jawab ketika rusak.


    5.Mendapatkan Hukuman dari Google


    Penggunaan script, plugin atau theme ilegal berakibat fatal pada eksistensi website atau blog anda di search engine. Google paling tidak suka dengan yang namanya tindak pembajakan dan tindak ilegal. Tentunya blog pengguna script nulled bisa dengan mudah ditendang oleh Google.


    6.Web Menjadi Lambat dan Bahkan Seperti Tidak Dapat Diakses Sama Sekali!


    Poin terakhir dari pembahasan mengenai bahaya menggunakan script, plugin atau theme nulled alias bajakan ini yaitu berdasarkan pengalaman Indoworx sendiri yang sering mendapati website dari web yang menggunakan script, plugin maupun theme ilegal biasanya mengalami beberapa masalah di webnya, yang paling sering adalah web menjadi lambat dan bahkan tidak dapat diakses sama sekali karena seluruh resource hosting telah dikuras habis – habisan oleh kode – kode jahat yang memerlukan penggunaan resource yang tinggi seperti contohnya melakukan pengiriman email spam besar – besaran dan lainnya.


    Biasanya terjadi pada CMS ( Content Management System ) WordPress yang menggunakan plugin maupun theme nulled alias bajakan yang sudah disusupkan file – file jahat berupa malware yang dapat melakukan hal – hal tertentu dan tentunya hal itu sangat merugikan si pemilik web.


    Nah, itu tadi adalah 6 bahaya menggunakan script, plugin maupun theme nulled atau ilegal. Semua akan sangat merugikan blog anda untuk kedepannya. Jika anda berniat membangun blog untuk tujuan komersial, sebaiknya anda mencari jalan amannya saja.


    Sebaiknya anda menggunakan script versi berbayar atau premium. Meskipun anda harus mengeluarkan dana yang cukup besar, namun keberadaan blog anda akan lebih terjamin. Selain itu, dengan membeli scipt premium berarti anda menghargai kerja keras oranglain.


    Bukankah pantas kita memberi imbalan kepada pembuat script berupa dana sekian rupiah. Bayangkan saja, apabila anda adalah pembuat scipt dan hasil karya anda di edarkan secara gratis, apakah anda tidak marah?.


    Dengan membeli plugin premium, ada banyak sekali keuntungan yang bisa anda dapatkan. Seperti data-data anda aman dan terjamin, tidak dibenci oleh google, dan mendapatkan support apabila sewaktu-waktu terjadi error atau kerusakan dan lainnya.


    Sebagai informasi tambahan, anda bisa mengecek apakah theme wordpress anda itu mengandung kode jahat atau bukan, silahkan gunakan plugin bernama Theme Authenticity Checker (TAC) https://wordpress.org/plugins/tac/. Dengan plugin tersebut anda bisa mengecek theme yang sedang anda gunakan apakah mengandung kode jahat atau tidak.


    Lantas, bagaimana jika saya tidak punya uang namun tidak mau menggunakan script nulled?. Caranya anda bisa mencari script, plugin maupun theme yang benar-benar gratis yang banyak beredar di internet, versi ini tentunya lain dan lebih aman. Tentunya dengan fitur yang tidak seperti script premium.


    Sekian pembahasan mengenai Bahaya Menggunakan Script Plugin maupun Theme Nulled alias Bajakan, semoga bermanfaat.






    (rtp)

    MKRdezign

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget