Articles by "iOS"


Google Mengungkap Kelemahan Keamanan iPhone - Peneliti keamanan yang bekerja di tim Project Zero Google mengatakan mereka telah menemukan sejumlah situs web yang diretas yang menggunakan kelemahan keamanan yang sebelumnya tidak diungkapkan untuk menyerang tanpa pandang bulu setiap iPhone yang mengunjungi mereka.

melaporkan bahwa serangan itu bisa menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan terhadap pengguna iPhone. Jika pengguna mengunjungi salah satu situs web berbahaya menggunakan perangkat yang rentan, maka file pribadi mereka, pesan, dan data lokasi waktu nyata dapat dikompromikan. Setelah melaporkan temuan mereka ke Apple, produsen iPhone memperbaiki kerentanan itu awal tahun ini.

Tercatat bahwa serangan itu memungkinkan situs memasang implan dengan akses ke tergantungan kunci iPhone. Ini akan memberi penyerang akses ke kredensial atau sertifikat yang terkandung di dalamnya, dan juga dapat memungkinkan mereka untuk mengakses basis data aplikasi perpesanan yang tampaknya aman seperti WhatsApp dan iMessage.

Meskipun aplikasi ini menggunakan enkripsi ujung ke ujung untuk transfer pesan, jika perangkat akhir terganggu oleh serangan ini, maka penyerang dapat mengakses pesan yang dienkripsi sebelumnya dalam teks biasa.

Serangan itu terkenal karena betapa sembuhnya itu. Tercatat bahwa serangan lain biasanya lebih bertarget, dengan tautan individual dikirim ke target. Dalam hal ini, cukup mengunjungi situs jahat bisa cukup untuk diserang, dan untuk memasang implan pada perangkat. Para peneliti memperkirakan bahwa situs yang dikompromikan dikunjungi oleh ribuan pengunjung setiap minggu

Implan yang dipasang oleh situs jahat akan dihapus jika pengguna me-reboot telepon mereka. Namun, para peneliti mengatakan bahwa sejak serangan itu mengkompromikan gantungan kunci perangkat, maka para penyerang bisa mendapatkan akses ke token otentikasi apa pun yang dikandungnya, dan ini dapat digunakan untuk mempertahankan akses ke akun dan layanan lama setelah implan telah menghilang dari perangkat yang dikompromikan.

Secara total, para peneliti mengatakan mereka menemukan 14 kerentanan di lima rantai eksploitasi yang berbeda, termasuk yang tidak ditambal pada saat para peneliti menemukannya. iOS versi 10 hingga 12 semuanya dipengaruhi oleh kerentanan, yang menurut para peneliti mengindikasikan bahwa para penyerang berusaha meretas pengguna selama setidaknya dua tahun.

Tim mengatakan mereka menghubungi Apple untuk melaporkan kerentanan kembali pada bulan Februari, dan memberi perusahaan hanya tujuh hari untuk menambalnya. TechCrunch mencatat bahwa ini adalah tenggat waktu yang jauh lebih pendek daripada 90 hari yang biasanya diberikan oleh para peneliti, dan kemungkinan mencerminkan seberapa serius kerentanannya. Apple menambal kerentanan dengan iOS 12.1.4, pembaruan yang sama yang memperbaiki kelemahan keamanan FaceTime utama.

Meskipun kerentanan sekarang telah ditambal, para peneliti mencatat bahwa ada kemungkinan lebih banyak di luar sana yang belum mereka temukan. "Untuk satu kampanye yang telah kita saksikan, hampir pasti ada kampanye lain yang belum terlihat," tulis mereka. Anda dapat menemukan detail lengkap tentang eksploitasi di posting blog peneliti.


Inilah 9 Framework Membuat Aplikasi Mobile Terbaik
- Para pegiat situs atau blogger tentu tidak asing lagi dengan bahasa pemrograman HTML, CSS, Javascript, dan lain sebagainya. Bahasa-bahasa tersebut kerap digunakan untuk keperluan mengedit berbagai hal yang ada pada situs seperti desain situs, struktur situs, dan masih banyak lagi.
Namun berbeda dengan pengembang aplikasi mobile, mereka jarang menggunakan pemrograman tersebut dikarenakan biasanya aplikasi Android, iOS, dan Windows Phone dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman yang pastinya berbeda dari membangun situs. Sebuah aplikasi Android dibuat menggunakan Java, aplikasi iOS menggunakan Objective-C, dan Windows Phone menggunakan .NET. Artinya tidak ada terdengar sedikit pun istilah HTML, CSS, dan Javascript. Sehingga rasanya cukup sulit bagi anda untuk membangun aplikasi jika tidak mengerti sama sekali bahasa Java, .NET, Objective-C, dan bahasa-bahasa aplikasi lainnya.
Tapi tenang saja, karena sekarang ini siapapun yang memiliki pengetahuan tentang HTML, CSS, dan Javascript dapat membangun aplikasi mobile, meski anda sendiri tidak mengerti pemrograman aplikasi seperti Java, .Net, dan lain sebagainya. Anda masih tetap bisa membangun aplikasi dengan berbagai framework yang dapat diinstal seperti jQuery Mobile, PhoneGap, dan masih banyak lagi. Kelebihan menggunakan beberapa framework tersebut adalah karena portabilitas, yakni anda dapat menginstal aplikasi yang dibuat di berbagai platform berbeda. Kabar baiknya lagi framework tersebut mendukung bahasa HTML, CSS, Javascript sehingga memungkinkan besar anda dapat membangun aplikasi mobile sendiri dengan mudah.
Kendati demikian, berikut adalah ulasan mengenai beberapa framework untuk membuat aplikasi mobile terbaik.

1. PhoneGap (Cordova)

PhoneGap atau Cordova merupakan framework yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi. PhoneGap sendiri sudah menyediakan satu set API Javascript yang terhubung ke fungsi asli perangkat seperti kamera, kompas, kontak, geolocation, dan lain-lain. Dengan itu, otomatis kita kemungkinan besar dapat membangun aplikasi mobile meskipun tanpa bahasa pemrograman asli seperti Java, Objective-C, hingga .NET.
Anda juga bisa menyediakan framework lain yaitu jQuery Mobile untuk lebih memantapkan pembuatan aplikasi, dan kemudian anda bisa memadukannya dengan PhoneGap untuk mengkompilasi aplikasi menggunakan SDK platform agar nantinya dapat diinstal di iOS, Android, Windows Phone, BlackBerry, hingga Web OS. Dan sudah pasti anda dapat bereksperimen sendiri menggunakan aplikasi ini.

2. jQuery Mobile

jQuery Mobile adalah framework pengembangan mobile yang cukup lengkap dan andal hingga bahkan dapat membangun aplikasi di berbagai perangkat berbeda. Dengan menggunakan framework ini anda tidak hanya dapat membangun aplikasi mobile saja, melainkan juga mendukung desktop, tablet, bahkan perangkat e-reader seperti Kindle atau Nook.  jQuery Mobile juga dilengkapi dengan berbagai macam UI, hingga telah dioptimalkan untuk perangkat mobile touch enabled atau perangkat layar sentuh.

3. Ratchet

Framework yang satu ini pada awalnya hanya digunakan oleh Twitter sebagai alat untuk membuat prototipe aplikasi mobile mereka. Setelah sukses dengan pembuatan aplikasi tersebut, akhirnya Ratchet secara resmi dipublikasikan untuk umum sebagai sebuah proyek berlisensi open source. Ini juga dilengkapi dengan berbagai macam koleksi user interface, dan plugin Javascript untuk membangun aplikasi mobile sederhana.
Menariknya lagi dalam Ratchet versi 2.0 dan seterusnya ternyata telah disediakan fitur proprietary icon huruf set bernama Ratcheticon dan dua tema UI yang khusus untuk iOS dan Android.

4. Ionic

Image: quape.com
Beberapa developer mobile mungkin menyarankan agar sebaiknya menggunakan Ionic untuk membuat aplikasi. Ini dikarenakan framework tersebut lebih mengutamakan kinerja dari aplikasi yang akan dibuat. Ionic juga menggunakan kerangka ponsel HTML5 dengan memanfaatkan akselerasi hardware, dan tidak memerlukan pihak ketika JS library.
Selain itu, Ionic akan bekerja membangun aplikasi dengan baik apalagi sudah dilengkapi dengan Angular.js yang pastinya membuat aplikasi menjadi lebih interaktif. Fitur yang disediakan pun  asanya hampir sama dengan Ratchet yakni memiliki icon huruf set sendiri, Ionicons, dan set Class HTML yang dapat digunakan kembali untuk membangun UI mobile.

5. Sencha Touch

Image: tutsplus.com
Sencha Touch juga menjadi salah satu aplikasi favorit yang biasa digunakan untuk membuat aplikasi mobile sederhana. Framework ini mendukung bahasa HTML5 dan CSS3, serta dilengkapi API, animasi, dan lain-lain yang tentu akan memudahkan anda dalam melakukan proses pembuatan aplikasi kedepannya.
Anda juga dapat memadukan Sencha Touch dengan Cordova atau PhoneGap, karena aplikasi ini mendukung kedua framework tersebut. Dengan bantuan Cordova dan PhoneGap, anda dapat melakukan kompilasi aplikasi sekaligus mengirimkan aplikasi ke Toko App untuk dipasarkan. Kelebihan lain dari aplikasi ini yakni menyediakan satu set tema untuk iOS, Android, BlackBerry, Windows Phone, Tizen, dan berbagai platform lain. Tema-tema tersebut dimaksudkan agar aplikasi anda terlihat lebih profesional.

6. JQT

Image: pinimg.com
  • Situs resmi: JQT
Selanjutnya adalah JQT yang merupakan perkembangan dari plugin Zepto untuk framework mobile dan biasanya kerap digunakan untuk keperluan pembuatan browser WebKit. JQT dapat dioperasikan dengan mudah dan lebih ektensible. Framework ini pun menyediakan berbagai tema yang dapat dimodifikasi sesuai keinginan menggunakan Sass/Compass, transisi 3D, dan lain-lain. Tema-tema tersebut dapat lebih disesuaikan melalui CSS3.

7. Junior

Image: imgur.com
Sebenarnya Junior merupakan framework yang hampir mirip dengan JQT, dikarenakan juga menggunkan plugin Zepto untuk membangun aplikasi mobile. Sayangnya Junior bisa dibilang sedikit lebih rumit. Alasannya framework ini bergantung pada beberapa library eksternal agar beberapa fitur dapat bekerja sepenuhnya. Biasanya harus menggunakan Backbone.js, Flickable.js, dan Ratchet agar beberapa fitur seperti slider swipe-able dan UI scaffold dapat bekerja.

8. Lungo

Image: bypeople.com
Lungo menjadi pilihan yang tepat jika anda ingin memulai membangun aplikasi mobile sendiri, karena framework ini dinilai lebih mudah dan praktis ketimbang yang lain. Serta juga mendukung HTML5 dan CSS3 sehingga perancangan aplikasi bisa lebih profesional. Terlebih lagi Lungo pun menyediakan beberapa Javascript API untuk mengontrol aplikasi. Beberapa platform yang didukung framework ini ada iOS, Android, BlackBerry, dan bahkan Firefox OS.

9. Jo

Jo tergolong sebagai framework mobile yang cukup lengkap. Beberapa diantaranya yaitu sudah mendukung berbagai platform mobile termasuk Tizen dan Chrome OS, serta dilengkapi dengan starter yang didukung oleh CSS3. Dengan fitur unggulan tersebut dipercayai semua pengembang baik itu pemula maupun profesional dapat memahami dan merancang aplikasi mereka sendiri dengan cukup mudah. Untuk membuat kinerja aplikasi lebih baik lagi, biasanya banyak pengembang yang menggunakan Jo bersama dengan PhoneGap atau Cordova.

Iya semoga sedikit menambah wawasan .
Terima kasih , terus support rtp-digital.tech untuk lebih memberikan artikel-artikel yang bisa sedikit menambah wawasan ... 

Rtp.digitalBagi kalian para pengguna produk Apple, tahukan kalian apa itu fitur Reading List pada peramban Safari? Terdengar cukup asing bukan? Reading List memang merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh peramban Safari untuk perangkat iOS dan macOS yang cukup jarang digunakan oleh para penggunanya. Padahal, fitur ini memiliki kegunaan yang cukup dibutuhkan oleh banyak pengguna online.



Melalui fitur ini pengguna dapat menyimpan berbaga tampilan sebuah halaman web untuk dibaca pada lain kesempatan. Bahkan, halaman web yang sudah disimpan di dalam fitur Reading List ini dapat dibuka kembali tanpa adanya koneksi internet .

Cara Menggunakan Reading List pada Peramban Safari

Berikut cara lengkapnya : 

Cara Menyimpan Halaman Website dengan Reading List di Safari iOS 11

  1. Buka halaman web yang ingin disimpan di dalam Reading List
  2. Tekan ikon Share Extension (kotak dengan panah ke atas).
  1. Pilih opsi bernama Add to Reading List.
  2. Selanjutnya Safari akan segera mengunduh halaman tersebut agar bisa ditampilkan kembali tanpa membutuhkan koneksi internet.

Cara Membuka Halaman Website dari Reading List di Safari iOS 11

  1. Navigasikan Safari menuju ikon Bookmark.
  2. Pilih tab Reading List. Pilih berisi artikel yang sudah disimpan sebelumnya.
  1. Setelah selesai membaca, swipe list tersebut ke kiri atau kr kanan untuk memilih menu Mark as Read, Save as Offline, dan Delete
Sebagai catatan tambahan, sebaiknya aktifkan pula iCloud pada peramban Safari, sehingga segala pengaturan yang ada di peramban, termasuk Reading List bisa tersinkronisasi di semua perangkat Apple yang menggunakan satu akun iCloud yang sama, misalnya saja iPhone, iPad ataupun Mac.

(rtp.digital)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget