Latest Post

Rtp.digital - Federal Bureau Investigation (FBI) menghimbau para pengguna router Mikrotik diseluruh dunia untuk segera melakukan restart router milik mereka.
Himbauan ini dikeluarkan oleh FBI pasca di temukannya serangan malware yang diketahui telah menginfeksi kurang lebih 500.000 perangkat jaringan tersebut yang digunakan di rumah maupaun usaha skala kecil di lebih 50 Negara diseluruh dunia.

Himbauan ini dikeluarkan oleh FBI pasca di temukannya serangan malware yang diketahui telah menginfeksi kurang lebih 500.000 perangkat jaringan tersebut yang digunakan di rumah maupaun usaha skala kecil di lebih 50 Negara diseluruh dunia.
Pemberitahuan adanya serangan malware tersebut juga di tayangkan oleh layanan publik dari Internet Crime Cimplaint Center yang berisi “Para pelaku  cyber crime asing telah membahayakan ratusan ribu router rumahan dan kantor serta perangkat jaringan lain di seluruh dunia”.
Melansir dari laman Digital Trends, Malware yang belakangan di ketahui bernama malware VPNFilter tersebut, di gunakan oleh peretas untuk mencuri informasi sensitif penggunanya.
Tak hanya mengambil informasi kredensial, malware tersebut juga dapat digunakan untuk merusak router, sehingga perangkat jaringan tersebut akan rusak secara permanen dan tak bisa digunakan kembali.
Ditemukan beberapa waktu lalu oleh ahli kemanan digital dari Cisco Talos, malware VPNFilter ini diduga dikembangkan dan disebar oleh peretas asal Rusia.
Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan pihak berwenang dari Amerika Serikat yang menyebut jika pembuat malware tersebut merupakan jaringan Sofacy Group yang langsung mengarah ke pemerintahan Vladimr Putin.
Selain Mikrotik, peneliti dari Cisco Talos juga menyebut jika beberapa merk perangkat router lainnya seperti buatan Linksys, Netgear, QNAP, dan TP-Link juga terindikasi terinfeksi oleh malware VPNFilter.
Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk segera menonaktifkan pengaturan perangkat dari jarak jauh menggunakan enkripsi, melakukan upgrade perangkat mereka, dan melakukan perubahan password dengan yang baru sesegera mungkin.
Dalam sebuah laporannya, pihak Cisco menyatakan jika malware ini merupakan malware yang sangat berbahaya. “Malware VPNFilter adalah platform bertahap, modular platform dengan kemampuan serba guna untuk mendukung pengumpulan intelejen dan operasi serangan cyber yang merusak” tulis pihak Cisco dalam laporannya yang dimuat melalui wesite resmi mereka.
Jika anda adalah salah satu pengguna dari perangkat jaringan tersebut, sangat disarankan untuk segera melakukan antisipasi dengan melakukan factory reset router anda.

Namun, apabila anda ragu dan belum mahir melakukannya disarankaun untuk membawa perangkat tersebut untuk meghubungi service center atau orang yang dianggap ahli dalam menangani permasalahan perangkat jaringan tersebut.
Untuk detail informasi anda bisa mengunjungi link Berikut Ini
(widodo)

Rtp.digital -  Sebuah masjid yang berada di kawasan London, Inggris bernama  Masjid Ramadhan atau Masjid Shacklewell Lane menjadi masjid pertama didunia yang menerapkan teknologi kekinian dengan menerima mata uang digital bitcoin dan ethereum untuk pembayaran zakat dan sedekah.


Melansir dari laman The Independent, pengurus masjid tersebut di kabarkan siap menerima donasi dalam bentuk mata uang virtual (cryptocurrency), baik untuk membayar zakat, bersedekah maupun menyumbang untuk pembangunan masjid tersebut.
Erkin Guney (51), Ketua Dewan Pembina Masjid Hackney yang juga menerima sumbangan untuk masjid dalam bentuk bitcoin tersebut menjelaskan, jika uang zakat dan sedekah yang di kumpulkan lewat dompet digital tersebut akan digunakan pihak masjid untuk melakukan perbaikan dan renovasi bagian-bagian penting di masjid yang memerlukan perbaikan segera.
Selain itu, uang tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu keluarga Muslim yang kesulitan dalam biaya pemakaman dan memberi makan serta menawarkan perlindungan bagi mereka yang membutuhkan di komunitas setempat.
Pihak pengurus masjid mempersilahkan bagi warga muslim yang ada di Inggris jika ingin bersedekah dengan bitcoin maupun mata uang digital lainnya.
Dibalik kontroversi penggunaan mata uang digital bitcoin dalam hukum Islam apakah halal atau haram, pihak masjid Hackney dengan tegas menyatakan jika bitcoin merupakan alat pembayaran yang sah dan halal.
Zayd al-Khair, seorang penasehat agama di masjid tersebut mengatakan, jika para ulama Islam telah berbicara dan mendukung penggunaan mata uang kripto. Ia menekankan bahwa kekhawatiran semacam itu pernah terjadi sebelumnya ketika orang modern bertukar dari emas ke mata uang kertas dalam transaksi pembayaran.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jika penggunaan mata uang kripto memang tergolong masih baru. Namun, penggunaannya terus meningkat. Dalam keadaan seperti ini, seseorang perlu memimpin langkah menggunakan kripto.
Jika apa yang dilakukan oleh masjid tersebut berhasil, maka ia yakin akan ada lebih banyak masjid lagi dan lembaga amal Islam yang akan merangkul mata uang kripto dan bersedia menerima sumbangan dan sedekah dalam bentukmata uang digital.
Orang-orang bisa menyumbang di situs web masjid menggunakan kode QR. Donasi tersebut akan ditransfer ke dompet mata uang kripto di bank, sebelum ditukar dengan mata uang poundsterling dalam 30 menit.
Sementara itu, menanggapi fenomena tersebut, Pendiri Combo Innovation sebuah perusahaan teknologi blockchain Gurmit Singh mengatakan, ia telah menyarankan dan memberi arahan pada masjid yang menerima sumbangan bitcoin tersebut tentang cara menerima, menyimpan, dan menjual mata uang kripto dengan aman.
lebih lanjut ia mengatakan, di dunia ini total kapitalisasi pasar pada mata uang kripto adalah 290 miliar poundsterling, dengan bitcoin terhitung 104 miliar poundsterling.
Jika Muslim, yang merupakan seperempat dari populasi dunia, memegang hanya satu persen dari bitcoin atau senilai 1,04 miliar poundsterling, akan ada sekitar 26 juta poundsterling dalam kontribusi zakat.

(rtp.digital)

Rtp.digital - LunasBos, Aplikasi Pengingat Masalah Utang Piutang – Pernahkah kalian membantu teman dengan memberi pinjaman atau hutang, namun ketika akan menagihnya selalu kesulitan karena pihak yang berutang selalu menghindar.


Atau pernahkah kalian berhutang namun sudah melunasinya, akan tetapi orang menghutangi kita lupa jika hutang tersebut telah lunas sehingga ia masih saja menagihnya.
Tentu sangat menjengkelkan bukan. Nah, berdasarkan peristiwa yang sering di alami dalam keseharaian kita tersebut menginspirasi dua orang mahasiswa asal Universitas AMIKOM Jogjakarta untuk membuat aplikasi yang khusus di gunakan sebagai reminder atau pengingat masalah utang piutang.
Adalah Adjie Purbojati dan Ilham Suaib, dua orang mahasiswa Amikom Jogjakarta yang memperkenalkan aplikasi fintech (financial technology) buatannya tersebut yang mereka namakan LunasBos, pada Inkubator Amikom Business Park Yogyakarta, yang berlangsung belum lama ini.
LunasBos sendiri merupakan aplikasi smartphone yang berbasis sistem operasi Android yang diharapkan mampu menjadi solusi bagi permasalahan utang-piutang terutama di kalangan generasi milenial yang melek teknologi di Indonesia.
Sejatinya, LunasBos adalah sebuah proses perubahan tentang pencatan utang yang dulunya di catat dalam buku, namun kini beralih ke pencatatan utang secara digital.
Dengan aplikasi Lunasbos, segala bentuk transaksi utang-piutang sehari-hari akan lebih mudah untuk ketahui dan diingat.
Karena, selain mencatat transaksi utang piutang, aplikasi Lunasbos juga dapat mengingatkan untuk membayar utang sesuai jatuh tempo yang telah disepakati bersama.
Menurut klaim pengembang, aplikasi LunasBos berbeda dengan aplikasi hutang yang sudah ada sebelumnya, dimana Lunasbos memberikan fitur auto sinkron data di kedua belah pihak, pihak hutang dan pihak piutang.
Disamping sebagai pengingat untuk membayar utang, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk menagih hutang yang telah jatuh tempo, sehingga pemberi htang tidak perlu repot menagih hutang dengan menghubungi atau bertemu secara langsung dengan pihak pengutang.
Hal ini tentu menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak sehingga di harapkan dengan aplikasi LunasBos ini tidak akan muncul kesalahpahaman, karena waktu berhutang, nominal hutang dan juga kapan saatnya membayar hutang sudah terekam dengan jelas melalui aplikasi ini.


Berkat ide dan inovasi kreatifnya ini, seperti di lansir dari laman online Liputan6, startup rintisan kedua mahasiswa Amikom Jogjakarta ini mendapat bantuan dana hibah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PBBT) Tahun 2018.
Bagaimana tertarik untuk mencoba aplikasi ini, anda bisa mengunduhnya melalui market aplikasi resmi Google Play Store dengan mengetikkan kata kunci di kolom pencarian ” LunasBos “.
(rtp)

Rtp.digital - Salah satu fitur baru WhatsApp yang di luncurkan pada akhir Oktober 2017 lalu “delete for every one” di kabarkan memiliki celah dimana kiriman pesan WA yang sudah dihapus oleh pengirimnya tersebut masih bisa baca oleh penerimanya.
Seperti kita tahu, fitur delete for every one tersebut memungkinkan pengguna WhatsApp bisa menarik kembali pesan yang telah terlanjur dikirim ke teman chat baik secara personal ataupun di grup.

Pada awal di perkenalkannya fitur tersebut kepada penggunanya, WhatsApp memberi tenggat waktu selama 7 menit bagi pengguna untuk bisa menarik pesan yang terlanjur terkirim dan menghapusnya.
Namun, dalam update terbarunya WhatsApp memberi tambahan waktu hingga mencapai hampir satu jam atau 68 menit 16 detik. Tambahan waktu yang cukup lama untuk bisa di gunakan pengirim untu menghapus pesan yang sudah di kirimnya.
Sejatinya dengan di sematkannya fitur tersebut sangat berguna bagi pengguna WA yang sering salah kirim pesan. Namun sebaliknya, akan membuat rasa penasaran si penerima, kira-kira apa isi pesan tersebut sehingga pengirim kok menarik pesan tersebut dan menghapusnya.
Hal tersebut di karenakan, penerima pesan tersebut tetap menerima notifikasi pesan masuk, namun namun setelah pesan tersebut dihapus oleh si pengirim maka akan berubah tulisan menjadi ‘this message was deleted’ atau pesan sudah dihapus.
Tentu saja hal tersebut semakin menambah rasa kepo si penerima pesan yang belum sempat membacanya. Nah, bagi anda yang penasaran bagaimana cara membaca pesan yang di hapus tersebut kini ada aplikasi yang bisa anda gunakan untuk mengintip isi pesan tersebut.
WhatsRemoved, demikian nama aplikasi yang bisa anda unduh melalui market aplikasi resmi Google Play Store. Dengan aplikasi ini ketika ada pesan masuk dan kemudian dihapus oleh si pengirim maka aplikasi ini akan memberikan informasi isi pesan yang telah dihapus tersebut.
Cara menggunakannya pun cukup mudah. Anda hanya perlu menginstall aplikasi bernama WhatsRemoved. Nantinya, ketika ada pesan masuk yang di hapus oleh pegirim maka otomatis pesan WA yang sudah dihapus tersebut akan muncul dalam layar aplikasi WhatsRemoved.
Namun sayangnya aplikasi yag sudah di unduh lebih dari 1 juta pengguna tersebut hanya tersedia dan hanya bisa di gunakan oleh perangkat dengan basis sistem operasi Android. Sedangkan untuk pengguna iOS aplikasi tersebut belum tersedia.

Jika anda tertarik untuk mencoba aplikasi tersebut anda bisa mengunduhnya melalui Google Play Store, dengan mengetikkan kata kunci WhatsRemoved pada kolom pencarian aplikasi.
Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa fitur hapus pesan di aplikasi WhatsApp belum sempurna. Oleh karena itu, bagi pengguna disarankan untuk tetap hati-hati dalam mengirim pesan karena walau sudah dihapus, ada kemungkinan pesan WA yang sudah dihapus tersebut masih bisa di baca oleh penerima.

Rtp.digital - Smarttisan R1, Ponsel Pertama Di Dunia Dengan Kapasitas Memori 1TB – Kapasitas ruang penyimpanan atau memori menjadi salah satu pertimbangan ketika seseorang akan membeli sebuah smartphone baru.
konsumen biasanya akan lebih memilih membeli smartphone dengan kualitas kamera yang bagus serta ruang penyimpanan yang cukup besar.

Berbekal dari keinginan tersebut, sebuah vendor smartphone baru asal Tiongkok, merilis sebuah smartphone yang di klaim sebagai smartphone pertama di dunia dengan kapasitas ruang peyimpanan yang cukup longgar, hingga mencapai satu terabyte (1 TB).
Smartphone yang di berinama Smarttisan R1 ini menyematkan ukuran memori sebesar 1 TB bukan tanpa alasan. Melansir dari laman GizmoChina, hal itu di lakukan oleh vendor Smartphone tersebut guna mengakomodir penggunanya yang hobby selfie dan menyimpan dokumen penting dalam perangkat mobile mereka.
Desainya pun cukup menarik, mengikuti notch design milik Essential yang sedang trensaat ini. Pada notch atau poni yang mirip dengan iPhone X tersebut ditempatkan sebuah kamera selfie dan sebuah earpiece.
Selain itu, Smartisan R1 juga mengusung desain nyaris tanpa tepi dengan 84 persen rasio ke bodi. Bagian bodi belakang ponsel ini dilapisi dari kaca 3D dengan bingkai aluminium. Sementara sensor finger print atau pemindai sidik jarinya dibenamkan di bawah logo Smarttisan yang berada di bodi bagian belakang.
Spesifikasi Lengkap Dan Harga Smarttisan R1
Hadir sebagai flagship smartphone, Smarttisan R1 di bekali dengan spesifikasi yang cukup tinggi. Salah satu keunggulan utama perangkat ini adalah kapasitas ruang penyimpanan seluas 1TB.
Pada area layar, smartphone ini berukuran cukup besar dengan dimensi layar 6,17 inci, beresolusi 2.242 x 1.080 piksel dan aspek rasio 18,7:9. Selain itu, layarnya juga dilindungi oleh Gorilla Glass 3.
Untuk dapur pacunya, smarttisan R1 di otaki oleh prosesor Snapdragon 845 dengan kecepatan hingga 2.8Ghz. Sementara pemrosesan grafis mengandalkan Adreno 630 GPU.
Terdiri dari berbagai tipe ruang penyimpanan, Smartisan R1 di bagi dalam beberapa jenis. Untuk yang berkapasitas RAM 6GB, ponsel ini memiliki ruang penyimpanan internal sebesar 64GB dan 128GB.
Sementara untuk ponsel yang memiliki RAM 8GB, Smarttisan R1 di lengkapi ruang penyimpanan 128GB hingga 1 TB yang menjadikan smartphone ini sebagai smartphone pertama di dunia dengan kapasitas memori internal sebesar 1 TB.
Area fotografi, Smarttisan R1 di lengkapi dengan kamera ganda di bagian belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 20MP dengan sensor Sony IMX363 (aperture f1.8, 1.4 mikron pixel, 4-axis OIS, dan dual PD extreme focus).
Untuk kamera keduanya, memiliki resolusi 12MP dengan sensor Sony IMX350, aperture f1.75 dan 1 mikron pixel. Untuk urusan selfie, ponsel ini di bekali dengan kamera depan yang cukup mumpuni dengan kamera resolusi 24MP dengan aperture f1.0 serta real-time AI beauty mode.
Di lengkapi dengan konektivitas koneksi Bluetooth 5.0, dual-band WiFi, NFC+eSE, USB tipe C, dual SIM, dan dukungan LTE band global, Smarttisan R1 di topang dengan kapasitas daya baterai sebesar 3.600 mAH dan pengisian daya Quick Charge 4+.
Namun sayangnya, Smarttisan R1 belum mendapat sertifikat IP untuk ketahanan terhadap cipratan air (water proof). Selain itu ponsel ini juga tidak dibekali dengan lubang audio jack.
Terdiri dari dua varian warna yakni Pure White dan Carbon Black, Smarttisan R1 di banderol dengan harga yang cukup menguras isi dompet. Untuk yang tipe RAM 6GB dan Memori 64 GB di hargai 3.499 Yuan (setara Rp 7,7 jutaan).
Selanjutnya untukyang tipe RAM 6GB dengan memori 128GB dibanderol 3.999 Yuan (setara Rp 8,8 jutaan). Kemudian untuk RAM 8GB dengan memori internal 128GB dijual 4.499 Yuan atau Rp 9,9 jutaan.
Sementara, khusus yang tipe unggulan dengan RAM 8GB dengan memori internal sebesar 1TB konsumen yang ingin memiliki smartphone tipe ini harus menebusnya dengan harga 8.848 Yuan atau setara Rp 19,6 jutaan.
(Andra/Rcd) - Recode.id

Rtp.digital - Sekelompok peneliti keamanan digital yang berbasis di Jerman menyebutkan jika, platform aplikasi email populer seperti Microsoft Outlook dan Apple Mail memiliki celah yang cukup berbahaya yang memungkinkan hacker untuk membaca pesan tersebut dalam bentuk text biasa.


Para peneliti yang terdiri dari para akademisi perguruan tinggi yang ada di Jerman dan Belgia tersebut menemukan fakta yang cukup mengejutkan bahwa standar enkripsi email yang di gunakan oleh beberapa aplikasi email tersebut ternyata rawan diretas oleh para hacker.
Melansir dari laman Routers, celah tersebut terdapat pada protokol standar enkripsi yang di gunakan oleh beberapa platform aplikasi email yang cukup populer seperti Microsoft Outlook, Apple Mail juga aplikasi email di perangkat berbasis sistem operasi iOS dan Mozilla Thunderbird.
Standar enkripsi tersebut di kenal dengan nama PGP dan S/MIME. Protokol tersebut biasanya diaplikasikan untuk sejumlah platform surat elektronik, termasuk di antaranya adalah beberapa aplikasi email yang di sebutkan di atas.
“Jika kamu menggunakan PGP/GPG atau S/MIME dalam berkomunikasi mengenai hal-hal yang sangat sensitif, kamu harus mematikannya dari program email untuk saat ini ” jelas Sebastian Schinzel, profesor di bidang cryptography terapan dari Muenster University of Applied Science, yang sekaligus bertindak sebagai ketua dari tim peneliti tersebut.
Dengan adanya kerentanan pada standar enkripsi  tersebut membuat para peneliti menyarankan para pengguna layanan email yang menggunakan platform aplikasi email tersebut untuk mematikannya atau menghapusnya dari perangkat yang dimiliki.
Lebih lanjut, peneliti kemudian menjelaskan bagaimana skema serangan pada aplikasi email tersebut bisa terjadi. Menurut para periset, terdapat dua cara bagi para hacker untuk memaksa program email dari beberapa aplikasi tersebut untuk mengirim pesan-pesan di dalamnya dalam format plain text.
Dalam alur serangan yang pertama, para pelaku kejahatan cyber dapat mengeksploitasi celah di dalam Hypertext Markup Language (HTML) yang digunakan dalam mendesain web dan mebuat format email. Platform seperti Apple Mail, aplikasi email untuk perangkat iOS, dan Mozilla Thunderbird menurut mereka rawan terhadap bentuk serangan seperti ini.
Untuk jenis serangan yang kedua, hacker memanfaatkan celah pada OpenPGP dan S/MIME dalam memasukkan teks yang memungkinkan untuk mencuri plain text dari email terenkripsi tersebut.
Kerentanan pada platform aplikasi email yang ditemukan oleh kelompok peneliti tersebut mendapat perhatian serius dari pegiat teknologi Amerika Serikat.

Bahkan, Electronic Frontier Foundation (EFF), sebuah organisasi pendukung hak digital asal AS, menyarankan para pengguna protokol PGP untuk mematikannya atau menguninstall aplikasi email yang menggunakan standar enkripsi PGP/GPG atau S/MIMEtersebut.
Para peneliti telah memberi tahu kerentanan temuannya tersebut kepada penyedia layanan email bersangkutan. Kendati demikian, sejauh ini belum ada indikasi mengenai kegiatan spionase atau mata-mata yang memanfaatkan kerentanan pada standar enkripsi aplikasi email tersebut.
(mr)

RTP-Digital - Tim startup aplikasi perdagangan terbangun untuk menemukan aktor ancaman yang diduga telah membilas kolam dana Taylor.


Mimpi buruk untuk startup yang menjanjikan tetapi masalah umum dalam industri cryptocurrency adalah pencurian - dan penyerang yang diduga menargetkan Taylor tidak menahan diri.

Taylor adalah startup yang ingin menjembatani hubungan antara pertukaran cryptocurrency dan teknologi mobile melalui desain dan peluncuran aplikasi perdagangan khusus.

Tim ini rupanya telah mengembangkan asisten trading cerdas cryptocurrency Taylor yang disebut-sebut sebagai "aplikasi yang mudah digunakan yang akan membantu Anda menghasilkan laba setiap hari."

Namun, proyek tersebut telah dihancurkan oleh serangan yang benar-benar menguras startup dari toko cryptocurrency.

Serangan itu rupanya berlangsung pada Selasa pekan lalu. Dalam posting blog Medium, tim Taylor mengatakan bahwa "semua dana kami telah dicuri. Tidak hanya saldo di ETH (2.578.98 ETH) tetapi juga token TAY dari Tim dan kolam Bounty."

Ini setara dengan sekitar $ 1,5 juta.

Namun, tim mengklaim bahwa beberapa dana tidak dicuri, dan ini disimpan di kolam Pendiri dan Penasehat dan terikat oleh kontrak vesting.

Menurut Taylor, penyelidikan sedang berlangsung tetapi tim mengatakan bahwa aktor ancaman di balik serangan ini mungkin sama dengan yang terhubung ke serangan cyber yang dilaporkan dipungut terhadap CypheriumChain.

Taylor mengklaim bahwa langkah-langkah keamanan ada untuk mencegah serangan seperti itu, tetapi ini tampaknya gagal dan sementara "kita semua sadar akan praktik yang baik, kami mengakui bahwa kami mungkin telah mengabaikan beberapa rincian yang sangat penting."

Perusahaan mengatakan insiden itu tampaknya merupakan "serangan yang sangat maju dan terkoordinasi" tetapi tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Pasar token TAY telah ditutup di IDEX. Tim Taylor mengklaim bahwa setelah menyaksikan upaya penggelapan dana dicuri IDEX, mereka sendiri membuat permintaan untuk menghapus.

"Kami mungkin tidak akan mendapatkan kembali dana yang dicuri, tetapi kami memiliki salah satu aset paling penting yang dapat dimiliki perusahaan: komunitas yang kuat," kata Taylor. "Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa untuk mengatasi insiden yang tidak menguntungkan ini dan tumbuh lebih besar dan lebih kuat, jadi dukungan Anda benar-benar penting untuk kesuksesan Taylor.

Kami meyakinkan bahwa kami tidak akan menyisakan upaya untuk menemukan cara untuk mengurangi implikasi dari insiden ini untuk setiap pemegang token tunggal. "

Dalam sebuah surat terbuka yang dikirimkan kepada para pendukung startup, Taylor mengatakan dalam sebuah update bahwa perusahaan hanya memiliki $ 25,000 yang tersisa, yang telah memaksa perusahaan untuk memikirkan kembali masa depannya.

Fabio Seixas, pendiri dan CEO Taylor mengatakan bahwa perubahan nama mungkin ada di kartu, serta penjualan token "darurat" untuk mengumpulkan dana.

Seixas juga menyarankan suntikan dana dari angel investor dapat menyelamatkan proyek tetapi memperingatkan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan.

"Tujuan untuk kedua opsi pendanaan adalah untuk meningkatkan cukup untuk memiliki tim kecil dan ramping untuk bekerja selama 12 bulan, membayar biaya operasional dan infrastruktur dasar," tambah eksekutif. "Jangka waktu ini harus cukup untuk merilis aplikasi, mendapatkan pengguna pertama, mulai mendapatkan traksi dan menghasilkan pendapatan."

Setiap kali cryptocurrency atau startup yang terkait dengan blockchain atau Initial Coin Offering (ICO) mengklaim bahwa cyberattack telah terjadi, selalu ada skeptisisme karena begitu banyak berakhir ghosting dengan dana investor dan melakukan penipuan keluar.

Taylor akan merilis aplikasi selulernya dalam beberapa minggu mendatang dan sekarang, sebaliknya, meminta partisipasi dalam penjualan token darurat.

Seperti halnya startup, proyek, atau wajah baru di industri cryptocurrency, trader harus memastikan mereka melakukan due diligence sebelum berinvestasi.

Pekan lalu, jaringan Bitcoin Gold (BTG) mengalami serangan 51 persen; teknik berani yang digunakan oleh aktor ancaman bersumber baik yang mengakibatkan pencurian $ 17,5 juta dalam koin BTG.

Serangan itu berlangsung beberapa hari. Namun, itu bukan karena kerentanan dalam jaringan Bitcoin Gold, melainkan, 51 persen serangan secara teoritis mungkin terhadap semua jaringan blockchain - tetapi jarang terlihat dalam praktek.

(RTP/NIGHTMARE)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget